Berita

DIALOG NASIONAL_1 “Sinergi Membangun Bangsa”

Dialog Nasional _1 (Sinergi Membangun Bangsa)

Gunungkidul – Masyarakat Gunungkidul antusias menyambut dialog Sinergi Membangun Bangsa yang diselenggarakan di Bangsal Sewoko Projo Wonosari, Sabtu (12/8). Dialog  menghadirkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebagai Narasumber membahas capaian keberhasilan Pemerintah selama 3 (tiga) tahun ini dalam melakukan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. Dikemas spesial dengan nama Dialog Nasional Sinergi Membangun Bangsa, dialog mengambil  Tema “Sukses Indonesia Ku”, dipandu oleh Suryopratomo dan acara ini akan disiarkan melalui stasiun televisi nasional Metro TV.

Turut hadir pada acara spesial dialog  Nasional Sinergi Membangun Bangsa antara lain; Wakil Bupati Gunungkidul Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Guru Besar Universitas Negeri Surabaya Prof.Dr.Yoyok Soesatyo, Bupati Puncak Ilaga Provinsi Papua Willem Wandik, M.Si., Dr.Drs H. Wahyu Purwanto dari Lembaga Edukasi Pendidikan, Pakar ekonomi, Buruh dan Nelayan dari Mianggas Sulawesi Utara, tamu undangan, dan peserta Dialog dari berbagai elemen, unsur Pemerintah, unsur pendidikan, mahasiswa, Dinas Perhubungan, unsur pengusaha, unsur nelayan, dan unsur buruh dari berbagai daerah. Kegiatan juga dimeriahkan Trio Guyon Maton Mataram, Sanggar Seni Omah Cangkem Yogyakarta , dan Endah Laras.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Immawan Wahyudi, menyampaikan selamat datang kepada Menteri Perhubungan dan kepada semua peserta Dialog Nasional Sinergi Membangun Bangsa, merupakan kebanggaan bagi seluruh warga masyarakat Gunungkidul yang pada kesempatan kali ini dijadikan tempat penyelenggaraan Dialog Nasional. “Selaras diberlakukannya Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik, setelah terlaksanakan pekerjaan kita wajib mempertanggung jawabkan, menyampaikan, melaporkan kepada pimpinan juga kepada masyarakat, salah satunya melalui media elektronik atau televisi semacam ini, dan hasilnya masyarakat yang akan menilai tentang kinerja kita”, tegasnya. Wabup meminta kepada Menteri Perhubungan untuk memberikan arahan petunjuk tentang pembangunan untuk kemajuan dan kemakmuran Gunungkidul khususnya dan di Indonesia pada umumnya melalui Dialog Nasional Sinergi Membangun Bangsa ini nanti, pinta wakil bupati.

Acara dilanjutkan Dialog, Menteri Perhubungan menyampaikan “saya bangga terkait Kabupaten Gunungkidul yang maju pesat dalam pembangunan. terutama bidang pariwisata yang sangat luar biasa ini, semua bisa bangkit karena semangat gotong royong yang kuat dan keinginan yang tinggi untuk bangkit. Saya salut dan memberi apresiasi yang tinggi untuk Gunungkidul, saya akan membantu membuat bandara di wilayah Kabupaten Gunungkidul untuk maju berkembang dan mandiri. Kita harus memanfaatkan daerah yang strategis untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Dan jika di Gunungkidul ada bandara maka Wisatawan dari mancanegara, misalnya Australia bisa dekat memakai pesawat wisata”, terangnya. Untuk tingkat Nasional, kita juga membangun di daerah perbatasan di Kalimantan Barat dengan Malaysia, juga dibangun pelabuhan di ujung Barat dan ujung Timur NKRI, masyarakat kita di perbatasan adalah para nelayan, di daerah perbatasan akan kita bangun sebuah bandara sebagai simbul kedaulatan NKRI, tegas Menteri. Acara juga menghadirkan tokoh masyarakat Bpk. Tibot dan Bpk. Petrus Belu dari Pulau Miangas, menyampaikan bahwa kedatangan mereka ke Gunungkidul difasilitasi pemerintah, sebagai saksi mata pembangunan daerah terpencil Pulau Miangas, antara lain  tentang transportasi yang telah dibangun oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, yaitu bandara, sehingga mobilitas perekonomian di wilayah Miangas semakin lancar dan menyejahterakan rakyat, terangnya.

Salah seorang Nelayan dari wilayah Sadeng yang datang ke acara, Bapak Sarpan mengungkapkan kegembiraannya karena diundang dan bisa berdialog dengan Menhub. Sarpan juga mengucapkan terima kasih dengan adanya kebijakan Pemerintah yang membuat tangkapan ikan meningkat.

Saat diajak berdialog dalam acara, Sarpan mengungkapkan alat tangkapan ikan sederhana yang digunakan oleh Nelayan di Gunung Kidul.

“Untuk dapat ikan di lautan, kami tidak menggunakan cantrang, alat tangkapan ikan kami sederhana saja,” ungkap Sarpan. Ditemui usai acara Sarpan sebenarnya ingin menyampaikan permintaan kepada Menhub, yaitu agar pendaftaran dan pengukuran kapal dipindahkan dari Cilacap ke Semarang.

“Saya sebenarnya ingin  menyampaikan kepada Menhub supaya pendaftaran dan pengukuran kapal dipindahkan ke Semarang saja, kalau di Cilacap kejauhan,” kata Sarpan. Namun karena grogi permintaan tersebut tidak tersampaikan saat dialog.

Terkait dengan bahan bakar kapal, Sarpan menerangkan Pemerintah sangat mendukung aktivitas para Nelayan untuk mencari ikan, termasuk dengan memberikan subsidi bahan bakar solar. “Pemerintah sangat mendukung aktivitas kami untuk mencari ikan. Solar masih disubsidi, tapi belinya di SPBU Wonosari,” terang Sarpan.

Budi Karya menyampaikan pula bahwa, guna percepatan pembangunan infrastruktur di desa-desa di seluruh Indonesia, Presiden Joko Widodo dalam kurun waktu 3 tahun ini telah mengalokasikan dana desa hampir mencapai Rp 130 triliun. Akan tetapi dana desa ini disinyalir rawan terhadap penyelewengan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan terdapat dua hal yang harus dilakukan guna mengantisipasi penyelewengan dana desa tersebut. “Terdapat 2 hal yang harus dilakukan untuk mengantisipasi terkait dengan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan dana desa, pertama soal regulasi dan kedua soal pengawasan,” katanya.

Terkait regulasi Immawan berpendapat prosentase pengalokasian dana desa harus detail dan ini perlu perhatian khusus pemerintah.

“Pertama regulasinya itu detail, ada prosentasenya infrastruktur berapa, untuk kesehatan berapa, pendidikan berapa, termasuk juga untuk mengcover aparat desa yang menurut hemat saya, Pemerintah Pusat juga harus aware, harus punya perhatian,” jelasnya.

Lanjutnya, hal kedua yang juga tidak kalah penting adalah pendampingan secara intensif terkait pengelolaan dana desa. Menurutnya pendampingan adalah cara yang paling sesuai dalam pengelolaan dana desa.

“Pendampingan itu jalan yang paling sesuai agar satu sisi kapasitasnya cukup untuk menjalankan otonomi desa sisi lain juga secara regulasi maupun manajemen penggunaan dana desa aman,” ujar Immawan.

Immawan berpendapat terjadinya penyelewengan dana desa juga diakibatkan karena perekrutan aparat desa yang sangat beragam demikian juga kapasitasnya untuk menyelenggarakan roda pemerintahan.

Untuk itu Immawan tidak setuju dengan rencana penutupan pengalokasian dana desa, “dana desa itu jangan kemudian ditutup terhadap kepentingan untuk penyelenggaran kehidupan pemerintahan desa, itu kurang pas,” ungkapnya.

Keberadaan dana desa dianggap Immawan memiliki multiflier effect sangat besar, baik terhadap ekonomi, ketahanan nasional, dan ketahanan pangan. Selain itu masyarakat yang memiliki inovasi dan kreativitas perlu diberikan penguatan, baik secara manajerial maupun finansial.

Terkait sektor transportasi udara, Immawan berharap Menhub Budi dapat merealisasikan pembangunan Bandara Gading di Gunungkidul, hal ini dilakukan demi menarik minat wisatawan mancanegara untuk bertandang ke Wonosari Gunungkidul.

“Kami sangat berharap Bandara Gading, paling tidak bisa digunakan untuk penerbangan (rute) perintis sebagaimana terjadi di luar Jawa, penerbangan perintis ini tidak untuk terlalu massal,” pungkasnya.

Diakhir dialog Pakar Ekonomi Prof. Dr. Yoyok Soesatyo menyampaikan perkembangan ekonomi makro dan mikro telah berjalan baik dari program pemerintah Presiden Joko Widodo. “Semua pembangunan dirasakan oleh rakyat kecil dari Aceh sampai Papua, mari infrastruktur  kita tingkatkan. Joko Widodo tidak memilih popularitas dan saat ini Joko Widodo meminta untuk bekerja, bekerja, bekerja. Gunungkidul sepuluh tahun mendatang akan menjadi daerah unggulan pariwisata dari berbagai negara, kita akan jaya dan harus selalu berkerjasama, kerja keras untuk kesejahteraan bangsa”, tegasnya.

Acara diakhiri penampilan Endah Laras dengan lagu sepasang mata bola. (*tim_ikp)

Sumber: http://www.gunungkidulkab.go.id

phone sms wa Tambahkan Kontak Whatsapp Kami : 087738606633